Aku bukan sajak malam
Yang dilantungkan para penyair tua
Aku bukan musisi yang menjual anak nadanya
Kesunyian malam yang terus terasa
Membuat saya pun tertegun takjub mendengar nyanyian
Hewan-hewan kecil itu bagai alunan melodi yang memabukkan
Seluruh urat nadi dalam jiwa
Tatap bintang yang makin redup
Dan cahaya sang kejora yang telah hilang
Menitipkan rindu ketika sang bukan tertunduk lesu menanti sang pagi...
Jika aku ini adalah dia..
Sudah kuhabiskan se mua ini..
Sayang sang awan berlari-lari kecil
menghampiri kaki bukit dan berkata
"Untuk apa menantinya"
" Aku kan menunggu karena kuyakin ia akan kembali, membawa
mimpi dan cinta kasih sang ksatria" tutur camar yang asik bermain
Diatas gelombang angin malang...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar