oleh Arif Bustan pada 5 Januari 2012 pukul 12:13
serasa badai dimusim kemarau
yang menerpa kehidupannya
dan ia pun tak kuasa bertahan
hingga akhirnya ia terbawa dalam sebuah pertarungan hidup
sunyi dan hening jadi teman
membaluti luka yang disebabkan si badai
namun si setan kecil terus berjuang
demi subuah keberadaan yang tak kunjung
cerita demi cerita terangkai dalam bingkai kehidupannya
ia mulai bertanya " mengapa, kenapa dan apa ini"?
namun, sunyi tak memberinya jawaban
sungguh malang... si setan kecil..
ia tak lagi mendapatkan tempat dimanapun
"aku sebenarnya tercipta untuk apa"?
tuturnya dalam hati yang dalam....
damailah setan kecilku dalam keabadian malam...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar