Manakala mimpi dalam hidup ini telah hilang bersama dengan roda waktu, memiliki satu keutuhan dalam belenggu takdir hidup dari sang kuasa akan ciptaannya. Ia begitu indah selalu memberikan pesona dalam hatiku, meskipun mata yang telah lelap akan menjadi kembali segar jikalau ia telah ada di ujung pelupuk hati.
Senyumnya yang begitu indah bagai roda keajaiban yang selalu mengisi diriku yang hampa walaupun sebenarnya hati ini telah bertuan. Kuingin memeluknya mendekapnya dalam kehangatan kasih abadi yang dimilki oleh jiwa yang sepi ini bersamanya.
Dalam relung hati yang dalam sudah ada yang lain dan sulit untuk bisa seperti dulu ketika mata ini melihatnya. Andai bumi menangis dalam gelap malam. Aku ingin dekat dengannmu namun, sang tuan hati tidak akan selalu dekat, hingga aku terlelap dalam dekapan ketakutan kehilanganmu wahai sang mata hati.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar