Kini ku titip ragaku dalam gelap dan dingin malam
Berharap pagi dan senja esok akan memancarkan cahaya jingga
Saat keabuan petang mencoba menghapus semua mimpi
Dan menyapu pagi dan senja dengan kemarahan
Sore ini ku berdiri
Dibawah garis khatulistiwa jingga membelah putih dan biru
Mencari suara dari pinggiran hembusan pasir
Lantai kayu itu mualai rapuh
Dan tak kuat lagi menahan gejolak gelombang dari samudera hidup
Sekarang ia menatap menunggu cahaya senja nan jingga hadir
Mengisi kerinduannya kepada malam
Kini kubiarkan terpaan gelombang nan bebas itu
Menghempaskan semua duka yang ada di dermaga ini
Melampiaskan semua gejolak jiwa yang tak pernah berujung
Meniti garis jingga yang menuntunnya ke tepian bahagia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar