Jumat, 04 Oktober 2013

Senja Yang Menua


Kemarin cahyamu masih menjingga, dan malam masaih meraakan
Hangatnya dawaai kehidupanmu.

Hari ini kulihat engkau sedang gundah
Menatap kaki-kaki langit

yang terpancar dari debusan sang ombak yang berlari ketepian

Malam menjadi sedih tak mampu memelukmu dengan hangatnya

Senja yang menua…

Kulihat air mata dari celah tungaki nafas yang lurus itu
Menetes dengan syahdunya
Melepas jiwa yang penuh dengan resah

Oh… senja yang menua

Ijinkan daku mamanggil engkau sekali lagi
Mendengar senandung merdu dari senja yang tak lagi muda

Hingga petang datang menyapa
Mendekapku laksana gejora dipagi hari…

#untukmu Ibu#

Tidak ada komentar:

Posting Komentar