Goresan Kisah Dalam Penjara Setan Berwujud Malaikat
Tarian kesunyian malam telah diaminkan dalam tirai kehidupan yang telah menjadi cerita mistik dalam setiap orngga jiwa yang ada. Senandung malam pun telah menjadi nyayian rindu ketika cerita romantisme yang terselubung dalam setiap perselingkuhan manusia yang sudah tidak menampikkan kebusukan dari setiap helaan nafas yang berbau dari setiap kata yang terlontar dari kesaksian bisu para tiran.
Ketahuilah wahai para domba-domba yang gemuk , kalian adalah budak dari tirani yang telah membuatmu lenyap dalam gemerlap cerita fiksi anak-anak. Yah… mereka adalah penghisap darah yang lebih menjijikkan daripada pembalut wanita. Hahahahah… sangat lucu lingkar kehidupanmu para banyang setan yang berwujud malaikat. Engkau berikan cerita narasi kehidupan sang yatim kepada mereka sementara mereka sendiri adalah yatim yang satu lagi.
Sungguh gila permainan penjara kecil ini. mereka menjadikan kita sebagai boneka yang hanya bisa patuh dan tunduk. Mereka tidak membuka ruang diskusi kepadamu karena mereka sibuk bernarsis diri dengan apa yang pernah diraih. Padahal, mereka tidak sadar jika semuanya itu hanya topeng busuk untuk menutupi jika mereka adalah pembunuh yang sebenarnya.
Ketika mereka berbicara tentang sebuah kekuasaan, mereka mengatakan “kami tidak menyukai hal itu”, tetapi sebenarnya merekalah pengkudeta kedaulatan dan kesucian sebuah cerita dan kultur yang ada dalam kehidupan ini.
Aku masih terus mencari, dimanakah letak mereka yang sudah berpuas diri dengan segala cerita menggurui ala para ulama dan kiyai… we… dimana engkau para kesucian yang pergi?, apakah engkau adalah mimpi dari sebuah kematian?.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar