Hari ini (Minggu 15 / 3/ 15 ) tepat pada pukul 22.22 Wita, satu lagi pejuang peremouan yang tanggu di tanah Sulsel telah di Panggil oleh sang Khalid. Ya, kakanda Hj. A. Zohra A. Baso seorang tokoh perempuan yang terlahir 62 tahun lalu kini telah bersama sang pemilik hidup dan mati untuk selamanya.
Terlahir dalam lingkup keluarga yang terpandang, Zohra A. Baso kemudian mengabdikan lebih dari separuh hidupnya untuk perjuangan masyarakat miskin yang ada di Sulsel dn di Dunia internasional. Perempuan yang identik dengan kritikan pedasnya kini tak akan lagi kita jumpai dalm setiap seminar tentang perempuan, korupsi, demokrasi, kekerasan terhadap PRT, keseteraan Gender, dan pemerhati anak. Ia kini telah berada dialam keabdian namun, setiap semangat dan petuahbeliau akan selalu abadi dalam ingatan dan nayawa gerakan para aktivis yang ada di Sulsel dan dunia internasional.
Secara pribadi saya memang baru kenal dengan beliau ( awal 2009 ) silam. Namun, waktu yang singkat itu tidak serta merta membuat saya tidak mautahu siapa beliau. Masih sangat diingatanku ketika pertama kali bertemu dengan beliau disebuah kegiatan yang diaadakan oleh teman SP-AM Sulsel, kal itu saya kaget melihat beliau dengan karakter yang sangat berbeda dengan perempuan kebanyakan yang ada diu Sulsel ini.
Sepintas saya berfikir, perempuan seperti ini masih ada di era yang maju ini?... tapi semua itu memang ny7ata, sayamenjumpai sosok perempuan tangguh dan tidak mengenal kata menyerah dalam hidupnya sekalipun rasa sakit yang dialaminya semakin parah. Mengutip kalimat dari seoranhg sahabat beliau, Kak Asmin “ hanya terbaring barulah ia terasa lelah” … “sekarang ia terbujur kaku, tapi tidak mati!!”
Sepenggal kalimatyang dilontarkan Kakanda Asmin, menjadi sebuah cerita yang pernah ada dalam kehidupan beliau. Selain itu, cerita tentang perjuangan beliau terus saya dengarkan satu persatu dari mereak yang pernah nbersama-sama beliau hingga beliau menutup mata untuk kita semua..
Semua cerita itu, suka dan duka telah beliau alami hingga akhirnya tuhan memanggil dirinya untuk berada dipangkuannya. Sosok petarung, pejuang yang tak kenal lelah itu pun kini terbaring abadi dan melihat kami di sini melanjutkan apa yang telah Beliau lakukan untuk negeri ini..
Selamat jalan kakanda, ibunda, guru, serta pejuang kami A. Zohra A. Baso…
Sepenggal cerita ini hanya mewakili sekian banyak sejarah yang telah kau ukir di negeri ini. Terima kasih untuk semua jasa-jasamu dan ¾ hidupmu yang engkau wakafkan untuk perjuangan perempuan…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar