Jumat, 29 Januari 2016

Selamat Jalan Ibunda

Sang Penasehat Sejati Itu Telah Pergi, seiring dengan perputaran waktu tak terasa engkau telah sekian lama meninggalkan keramaian dunia ini. Rasanya baru kemarin, tapi kenapa waktu begitu cepat berlalu hingga aku tak kuasa kuntuk berkata dan berbisik sendu dalam kerumunan kegundahan yang tiada pernah akan ku temukan sebauh narasi yang lebih indash dari perjalananmu mengantarkan semua generasi mu menjasi manusia yang lebih baik.

Sosok keberadaan manusia yang satu ini memang tidak akan pernah tergantikan dalam alunan nada kehidupan dan hembusan nafasku yang terus ada sepanjang ruh dan jasad ini masih mengikat janji untuk terus bersama. Ibunda tanpamu keseharianku ini bagaikan siang yang mendapatkan sinar matahari.

Tak banyak yang bisa aku tuliskan dilembaran ini, karena semua yang engkau berikan tidak pernah bisa diungkapkan dengan kata-kata. Yang ada sekarang ini adalah tugas kami sebagai anak untuk terus mengemban amanah yang nantinya akan kami teruskan untuk cucu hingga generasi terakhirmu.

Setiap mengingat semua kenangan bersamamu, mata ini pun tak hentinya menteskan air mata bahagia, sedih kala bersamau ibunda. Kini setelah sepeninggal dirimu, aku hanya bisa berdoa dalam setiap hembusan nafasku, agar kelak sakratul mautku setenang sakratul mautmu ibunda. Kami semua anakmu terus berdoa agar jalan cahaya sang penguasa jagat terus menrangi alam kubur dan mempertemukan nanti kita di surga FirdausNya... amin... selamat jalan ibundaku tercinta “Male Deddeng”


“selama hidup. Beliau selalu berpesan kepada seluruh anak dan cucunya agar jangan pernah memakan sesuatu yang bukan h

Tidak ada komentar:

Posting Komentar