Kami memanggil kalian, mengajak seluruh kerabat, saudara, dan rekan terlibat dan berpartisipasi menyambut dunia yang telah kita nanti. Dunia yang mengajarkan kita peka mengobati sakit manusia yang lainnya, bukan memandang bahwa uang adalah tabib yang mampu menyembuhkan manusia.Kita sambut dunia yang memeluk kita dalam kesetaraan bukan dunia yang memetakan kita dalam strata social miskin dan kaya, Kita sambut dunia yang memberikan kita nilai kehidupan bukan dunia yang menilai kita dengan rupiah.
Kita sambut dunia yang mendidik kita menghargai manusia, alam, dan binatang, bukan dunia yang mendidik kita mengeksploitasi sesame. Kita sambut dunia yang memerdekakan kita, bukan dunia yang menggusur kita dari tempat hidup kita. Kita sambut dunia yang memandirikan kita, bukan dunia yang setiap saat membuat kita mengeluh dan berharap kepada pemerintah dan majikan kita untuk memberikan kita upah dan tetap menjadikan kita budak atas kepentingan mereka menggemukkan tubuhnya.
Untuk itu kami berseru kepada kalian, bahwa kami hanyalah sebagian kecil yang bermimpi mengawali harapan kita menjadi manusia dan bukan budak. Kapitalisme dan tatanan ekonomi global telah melucuti harga diri kita, membuat hidup hanyalah sebatas memperoleh upah, kapitalisme telah merangkul Negara sebagai anak kesayangannya memberangus mimpi kita dengan pentungan dan tembakan membantai alam dan manusia demi memnuhi kekuasaannya.
Saudara kita di aceh, setiap saat harus menyandarkan tubuhnyadi balik pepohohonan dan kolong rumah menghindari tembakan membabibuta polisi dan TNI menggusur rakyat dari tanah bertaninya. Masyarakat di Sulawesi tengah setiap saat harus berjuang merebut pulau mereka yang di kuasai oleh perusahaan minyak, dan harus merelakan 17 orang pejuang yang secara keseluruhan beraktifitas sebagai nelayan harus terbunuh oleh polisi yang memberondong mereka dengan tembakan saat berada di atas perahunya. Masyarakat papua yang setiap hari memperjuangkan kebebasannya dari bencana Freeport dan penembakan tni dan polisi harus merelakan jutaan nyawa yang di bunuh oleh polisi dan TNI.
Pedagang kakilima yang setiap hari harus berjuang melawan pemerintah dan pemodal yang selalu mengancam dan membongkar dagangannya. Rakyat miskin kota yang juga setiap saat harus berjuang menentang penggusuran rumah mereka. Buruh yang setiap saat bekerja di bawah telunjuk majikan yang di pandang hanya sebagai mesin kerja memperkaya majikannya.
Mahasiswa yang hanya di persiapkan sebagai mesin kerja yang patuh dan taat pada perintah
Inilah dunia yang kita tinggali. Yang memaksakan kita menjadi pekerja (BUDAK). Dan sudah saatnya kita mengakhiri dunia yang kita tinggali, membuka lembaran baru mentari yang terbit menyambut hari kita dengan senyum dan kebahagiaan. Inilah surga yang harus kita rebut.
Kita sambut dunia baru ini dan kita ambil alih semuanya sekarang juga
Pendudukan dan pengambilalihan dunia sekarang juga
Bersatulah manusia seluruh dunia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar