Dukungan dan solidartas!
Kami sangat terinspirasi dengan pendudukan Wall Street and pendudukan ditempat lain. Akhirnya, orang-orang turun kejalan kembali! Momentum seputar aksi ini sangat berpotensi menghidupkan kembali protes dan perlawanan di setiap negeri. Kami harap kependudukan ini akan meningkat dalam jumlah dan hal-hal yang mendasarinya, dan kami sebisanya akan mendukungnya.
Kenapa kalian harus mendengarkan kami?
Singkatnya, karena kami sudah mengalami ini sejak lama. Kami menghabiskan bartahun-tahun bertarung melawan kapitalisme, mengorganisir aksi pendudukan, dan membuat keputusan secara konsensus. Jika pergerakan yang baru ini tidak mempelajari kesalahan yang dulu, kami pastikan kesalahan itu akan terulang lagi. Kami coba meringkas beberapa pelajaran yang sulit untuk dimenangkan dalam situasi pendudukan.
Occupation (pendudukan) sama sekali bukan hal yang baru
Wilayah yang kita tinggali sekarang adalah wilayah yang telah diduduki. Setiap negeri (termasuk Indonesia) dibangun diatas pemusnahan terhadap penduduk asli dan kolonialisasi tanah mereka, termasuk juga perbudakan dan eksploitasi selama berabad-abad. Agar aksi kependudukan dapat dipahami, maka hal itu harus dimulai dari sejarahnya. Lebih baik lagi, hal tersebut merangkul dan memperluas gerakan tersebut, mulai dari; sejarah perlawanan penduduk asli dan pemberontakan budak menuju pergerakan pekerja dan anti perang sampai gerakan anti globalisasi.
99% adalah bukan satu badan sosial, tetapi banyak badan-badan sosial.
Sebagian besar para demonstran menyampaikan narasi ’99%’ adalah karakter dari massa yang homogen. Kehadiran massa dianggap mewakili ‘penduduk asli’ terlihat mencurigakan, sebab didominasi oleh kulit putih, seperti yang sering ditampilkan di televisi, meskipun mereka membuat komunitas yang minor dari populasi umum.
Ini merupakan kesalahan yang tertutupi oleh keberagaman kita. Tidak semua orang telah sadar dari ketidak-adilan kapitalisme untuk pertama kalinya; beberapa populasi telah menjadi sasaran dari struktur kekuasaan selama bertahun-tahun bahkan generasi. Pekerja kelas menengah yang baru saja kehilangan posisinya dalam struktur sosial dapat belejar banyak dari mereka yang telah lama melakukan perlawanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar