Seperti malam ia terus hadir ketika senja telah menjadi malaikat
Mungkin aku adalahg hamba yang tak pernah ingat
tapi selalu melohat kesempurnaan
yang tak namppak dari sebuah realitas ataupun pada sebuah ketidakpastian
mungkin sadar atau tidak?
Namun, inlah sebuah kahyalan nyata dalm pertarungan jiwa
Engkau laksana minerva yang selalu
Menebarkan aroma kebijaksanaan
Ketakutan adalah pembunuh berdarah dingin
Yang setiap saat bisa datang dengan tiba-tiba
Tanpa memberikan peringatan
Menguak misteri dalam hidup ini
Menjadikan sebuah ketiadaan menjadi keberadaan
Aku melihat ia dari sela-sela pierce-nez
Namun , ia pun tak nampak dalam mata
Aku tidak percaya langit karena ia ada
Aku percaya alam karena ia ada
Tapi semua itu membuatku terperangkap dalam sebuah kebingungan yang berkepanjangan
Namun sebenarnya ia memandangiku dari sela dinding yang tak bertepi
Memakiku dari sebuah bibir yanmg terkunci rapat oleh kebungkman
Yang menemani jiwa yang sepi dalam sebuah pertentangan
Aku tahu...
Aku tidak tahu...
Lantas sebenarnya aku ini apa?
Apakah aku sebuah hamba yang tak berdaya?
Ataukah aku sebuah karang yang diam menanti terpaan sang ombak?
Gelisah yang kemudian datang
Bagaikan sebuah mimpi yang terus mengusik jiwa
Meneggelankam aku pada sebuah keabadian yang dalam
Aku bingung...
Aku bimbang...
Aku bertanya... tak ada jawaban yang aku tunggu
Aku menjawab... tak ada pertanyaan yang harus kujawab
Semuanya seperti tak ada....
Semuanya terlihat semu...
Tak ada yang nyata dari kehidupan ini
Semuanya berlalu bagai debu yang diterpa angin.. angin muson di musim penghujan....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar