Sore indah di langit oranye
Ditemani riak riuk suara launan angin
Memancarkan aroma kegembiraan ,;enawan hati
Sungguh indah petang ini walau matahari mulai cemberut
Menanti sang malam mengambil siang
Dari kegelapan hati yang berselimut tabir sinar cahaya terang
Mengusiuk jiwa yang membara
Suara nan merdu memecah keheningan yang nampak dari
Daratan aspal yang membiru akibat fatamorgana
Serasa membunuh sepi yang yang merajai jiwa dan memberikan
Cahaya keabadian bagi sang dewi
Nada itu terus saja terdengar
Mereka pun saling beradu mengikuti keinginan sang pawang
Menabuh gendang kehidupan sambil menari diatas tikar hitam nan damai
Tak kuasa mata melihatnya
Tak kuasa pikiran menafsirkannya
Apakah ini adalah mimpi atau kemarin sebuah kenyataan yang semu?
Hati riang sang dewi
Merekah bagai senyum terindah diatas langit tak bertuan itu
Satu persatu dedaunan kering itu jatuh dan terhempas diatas bebatuan kering
Mengiringi aliran air mata sang dewi yang terus menetes menyusuri
Kesunyian jiwa sang hamba yang malang
Ia terlahir dari sebuah keadaan
Ia besar dalam pelukan waktu
Ia berjalan diatas permadani kehidupan
Dan berteriak dalam kepungan kebimbangan yang membuatnya pun sirna.
By : Arif Bustan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar