sejenak ku berdiri
memandangi lautan hijau di palataran kasih
meniti ribuan rindu yang tak tahu pada siapa akan ku rebahkan...
ia mungkin saja melihatku dari jauh, memandangiku dari sudut pelupuk mata yang sempit, sambil berbisik kepada sang angin tentang kerisauannya itu. Aku tak mau kalah, kuambil sehelai daun kering itu, kutiupkan nada kehidupan dan kerinduanku hingga angin pun terlelap dalam dekapan sang cahaya.
oh sang palita malam!!!
kemanakaha engkau bawa sang dambaan hati yang telah lama kunanti, apakah ia telah jauh dari bayangku ataukah ia hanya hyalan yang membuatku hidup dalam ketiadaan...
oh sang pelipur lara!!!
temani aku malam ini, kartena ku tahu ia tak lagi membuthkan belaian kasihku... rangkullah aku dalam dekapan mesra hingga sang fajar pun men jemputmu dari pelukanku.
"kemanakah kita akan melangkah..?" sahut sang malam kepada sang pelipur lara,
"berjalanlah semampu enhkau berjalan pasti engkau akan menemukan tujuan langkahmu itu", tutur sang pelipur lara kepada sang malam yang sedang gundah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar