Tiga hai telah berlalu stelah ia memutuskan untuk pergi dariku. Semuanya kurasa hampa dan tidak ada lagi yang bisa aku perbuat untuk mendapatkan cintanya lagi, tapi saya tetap terus berusaha untuk keluar dari maslah ini yang begitu bertubi-tubi mendera jiwaku yang makin rapuh saja melawan kehidupan ini.
Saya masih saja terkungkung dlam kesedihan berkepanjangan, yang makin kupakasakan untuk jauh darinya, semakin aku sayang, aku terus berusaha untuk tegar walaupun sebenarnya luka itu makin membesar. Jika saya diuji oleh tuhan, mungkin ini salah sau ujian terberat yang harus saya lalui... tak kuasa aku menahan semua ini aku serasa ingin berteriak dan melepaskan semua rantai derita ini tapi aku tidak bisa, semakin aku jauh semakin bayangannya datang dalam benakku, aku coba untuk tetap dekat namun yang ada adalah perasaan benci yang akan muncul. Aku harus bagaimana tuhan?.
Melupakannya memang butuh waktu yang lama tidak segampang membalikkan telapak tangan, tapi aku akan terus mencoba hingga perih tak bisa sembunyi dan ia pun merebak kemana-mana. Mungkin betul yang dikatakan seorang sahabat, “ melupakan adalah hal sangat sulit jika kita sudah sayang kawan”. Tapi biarlah aku yang terkurung dalam penjara rindu, penjara bersalah, penjara kesedihan yang nantinya akan membunuhku.
Sekarang aku hanya mencoba untuk tetap ada walaupun dalam keberadaanku sendiri aku seperti hampa. Mungkin apa yang tulis itu benar... saya telah menelantarkan hati yang titip kepada aku, tapi semua itu aku coba perbaiki dengan mencoba untuk menjadi seperti yang ia minta, b=namun, tetap saja semua itu tidak berati apa-apa dimatanya tuhan.
Oh ... tuhan buatlah aku benci kepadanya jangan kau buat aku semakin saynga kepadanya... aku mau melihat ia bahagia dengann siapapun walaupun sebenarnya aku disini tersakiti tapi buatlah aku agar bisa ikhlas dan rela untuk tidak bersma dia...
Tuhan... apakah aku lelaki yang tercipta memang hanya untuk menanggung beban yang begitu berat ataukah aku hanya sebagai pelengkap dari mereka yang merasakan derita seperti ini???. Sepertinya aku murka namun, inilah perasaan hatiku saat ini, tersakiti lagi dan lagi... sungguh malang perjalanan hidup si bocah pesek ini.
Aku yakin tuhan punya rahasia dibalik semua ini namun, sepertinya saya tidak bisa berjuang untuk menjawab semua rahasia itu, terlalu sakit untuk melangkah terlalu perih untuk dibawa. Jika ini memang takdirku.. mungkin mati adalah sebiuah solusi terbaik dari semua ini. Moga ia bahagia dngan pilhannya.. AMIN.. tetaplah buat ia tersenyum, walaupun saya tidak bisa melihat senyum itu lagi, tetaplah buat ia tertawa walaupoun tertwanya itu tak lagi dapat kulihat, buatlah ia tetap menjadi princess untuk semua orang... biarlah jiwa yang sedih ini menjauh dan menghilang dari kehidupannya...
To Be Continue......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar