Malam tak berembun
Di balik malam yang –penuh eforiah
Kuukir sebuah makna dalam kegelapan
Menemani jiwa yang telah larut dalam ketidakberdayaan
Melawan keberadaan diri yang tak tahu apakah ia ada?
Sekilas Nampak udara malam begitu bersahabat
Memberikan hembusan kedamain dalam relung jiwaku
Namun, ternyata semua itu hanya kamuflase yang ia tampakkan
Hanya untuk menutupi kejahatan malam
Seiring dingin yang terus menusuk tubuh yang lemah ini
Serasa sunyipun hati ini
Mencoba untuk hadir selalu untuk sang mentari
Namun, tidak pernah dianggap
Lantas aku siapa?
Aku harus kemana?
Dan kamu itu siapa?
Apakah aku harus seperti ini
Tak berdaya melawan keberadaan waktu
Menutupi kekalahan dengan sebuah senyum kematian
Yang semakin mendekat padaku…
A_B
Tangisan para penghamba semakin nyaring terdengar
Mengusik asa dalam angan
Yang enggan tuk beranjak pergi
Hingga aku terkulai dalam pelukan waktu
Gelisah ini semakin tak berujung
Harus kemana aku membawa gelisahku ?
Pada siapa gelisah ini akan ku ceritakan?
Ataukah ia akan hilang bersama mentari pagi yang meronah?
Jiwaku penuh dengan tanda Tanya
Yang makin hari makin menyiksa
Dan terus mencoba temukan jawabannnya dalam kegelapan waktu
Yang semakin tak membisu
A_B
Kutakjub akan kekuatan hari
Menari diatas pelangi kehidupanku
Mengisi selaput rindu dalam kedamaian
Merekah dalam tabir perlawanan
Biarkan ia tumbuh menjadi dendam
Yang akan membunuh semua ketakutan
Menenggelamkan diriku dalam lautan darah
Yang merah sebagai tanda kehidupan
Biarkan ia berjalan menelusuri
Keheningan waktu tanpa kawan dan cinta
Biarkan aku mati bersama semangat perlawanan itu
Dan jangan pernah engkau tangisi kepergianku
Biarkan jiwaku hancur bersama debu jalanan
Hancur diurai oleh sang butiran pasir
Yang bergelora dalam ketakutan
Menemani sang embun malam yang takut
Pada sinar sang mentari….
A_B
Malam terasa kejam
Membunuh segala eforiah waktu
Tenggelam dalam pelukan imajiku
Dan hidup dalam kenangan
Mungkin dengan adanya sebuah kematian
Kita akan mengerti arti dan makna sebuah kehidupan
Hingga ratusan nyawa pun ikut bersedih
Melihat kepunahan waktu
Oh… tuhan sang pengadil sejati
Akankah engkau memberikan keadilan
Bagi para jiwa yang hina dimatanya
Ataupun para nyawa dewa dewi
Yang harus hilang dalam perang melawan keabadian
A_B
Tidak ada komentar:
Posting Komentar