Dikala musim telah beralih dari musim hujan ke musim kemarau. Kucoba untuk kembali duduk manis depan laptopku. Kemudin perlahan-lahan jari tanganku menekan huruf demi huruf yang kurangkai menjadi sebuah kata. Dan kata menjadi senuah kalimat. Mungkin malam ini merupakan malam yang panjang untukku ketika tabuh perang melawan kesepian kembali dimulai.
Sesaat sebelum malam tiba
Ketika siang hari saya merasakan panas yang tak seperti biasa saya mulai menghadap kepada langit yang masih terdiam seolah enggan berbicara lagi kepada manusia dimuka bumi ini. Sore harinya saya kembali ke kampong setelah cukup lama berada di kampus. Dalam perjalanan pulang itu saya sempat melihat beberapa kejadian yang sontak membuatku merasa bahwa saya ini ternyata pada hakikatnya adalah tidak ada. Betapa singkat hidup ini “ujarku dalam hati kecilku”. Saya semakin tidak peduli, saya pun terus memutar pedal gas si hitam. Hingga saya merasa saya jie yang punya jalan nyamanna. Suara klakson mobil dari belakang pun seolah hanya ilusi dan halusi nasi yang saya bikin sendiri.
Saya pun sampai kerumah dengan selamat namun tidak dalam kondisi fisik yang sehat 100%. Soalnya sudah beberapa hari ini saya merasakan kondisi tubuh terus menurun hingga saya selama 3 hari tidak bisa bangun dari tempat tidur. Ternyata mengemudi dalam kondisi tidak fit membuat konsentrasi kita juga bermasalah tapi apa mi boleh buat kalo tidak beginikah bisa2 mati ka di kampus ka nda ada uruski bela.
Suasana Malam di Kampung
Malam pun tiba saya sampai ke rumah pas waktu berbuka dan hujan pun langsung membasuh tanah dihalaman rumah yang kering. Setelah berbuka saya pun beribadah bersma keluarga. Untuk ke 3 kalinya di bulan ini saya bias merasakan makan malam bersama kedua orang tua saya. Namun tetapa saja, kondisi tubuh yang kurang bersahabat kembali membuat makan malamku tidak bergairah. Hingga tengah malam tiba saya hanya merasakan kesunyian yang kembali terulang dalam hidupku.
Saya rindu dengan suara jangkrik malam yang ada di kampus. Saya rindu dengan canda tawa teman2ku di kampus. Ketika tengah malam begini kami semua itu berkumpul sambil bercerita ataupun berdiskusi hingga saling mengejek satu sama lain dan tertawa bersama. Hal itulah yang kurindukan ketika saya pulang ke tempat dimana saya dibesarkan ini.
Sambil ditemani dengan lahu dari Ariel dkk. Saya kemudian membaca buku saja namun, itupun tidak efektif untuk mengusir rasa sunyi yang ada dalam benakku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar