airmata adalah bahasa yang melintasi seluruh peradaban manusia dan setiap ruang yang pernah dijangkau oleh cahaya mentari, airmata adalah bahasa paling tegas dan jujur serta bahasa yang mampu dimengerti oleh setiap mahluk perasa... tangismu yang tak terlihat merobek ruang waktu dan menghampiriku dengan caranya sendiri, mari sini kuhapus airmatamu, kukecup keningmu dan kutidurkan engkau dibahuku, mari sini kita berbicara tentang hari-hari yang begitu biru...
Kamis, 16 Agustus 2012
Cerita dari Terminal Daya
Malam itu tepat tanggal 15 agustus 2012. Saya bergegas dari tempat dudukku di secretariat UKM di Kampus. Saya mendapatkan sms dari seorang sahabat kalau hari ini ia kaan mengantar mudik gadis dambaanku.
Sehari sebelumnya, tanggal 14 agustus 2012. Saya sedang asik berdua bersama sahabat saya yaitu, Angga yang juga ketua UKM dimana saya bernaung. Sementara sedang asik bercakap berdua, maklum saja kami ditinggal mudik beberapa anggota dan pengurus UKm kami. Sedang asik bercerita, tiba2 Angga berkata, “wee.. sakitki CH nda pergiko jengukki”?. Tiba2 saya langsung tertuju pada pembicaraan yang baru dimulai Angga tadi. “biasami itu palingan Migran lagi itu anak, nach itu jie dari dulu sakitnya”. Ujarku dengan nada yang agak biasa saja.
Tiba2 Angga bilang lagi,”saya na suruh antarki ke terminal mauki mudik ke kampungnya besok”.
“Ahh… yang benar ko bro”??? pangkasku dengan nada yang tidak percaya begitu.
“seriuska ini”, ujar Angga dengan nada yang berusaha meyakinkanku.
Tanpa berpikir lama saya kemudian terus mencari cara bagaimana caranya sehingga saya bias ketemu dengan CH walaupun hanya sepintas saja.
Akhirnya pada malam harinya saya kembali ke Maros. Tidak beberapa lama Angga sms saya.
Dimana posisi?,
Saya membalas smsnya bilang “saya lagi di Maros bro, ada yang bisa saya bantu”?
Tidak lama kemudian Saya membuka twitter, tiba2 saya lihat di TMx Angga kalo ia lagi bersama si CH.
Saya langsung sms dia lagi. “bro tadi samako CH”?
Lalu sms saya dibalas oleh Angga. “ia bro dari temani carikanki kakaknya baju lebaran”.
Wah.. saya tiba2 kepikiran kalau Angga bersama CH!!! Terus mana pacarnya CH yang sekarang yach???.
Tiba2 Angga sms lagi bro. “besok saya antar CH ke terminal kalau kau mau ketemu dia inilah saat yang tepat.
Tanpa berpikir panjang saya pun langsung membalasnya. “ok bro, tapi gimana caranya”?
Dengan nada optimis saya baca lagi balasan smsnya Angga, “Tenang aja strateginya besok kita bahasakan di kampus”.
“ok”!!!! balasku singkat.
Keesokan harinya
Saya bergegas bangun cepat. Setelah bangun sahur saya tidak lagi tidur. Sambil tunggu adzan subuh saya sembari berfikir “strategi apa yang harus saya lakukan ini nanti sore yach”??? tuturku dalam benakku.
Akhirnya sang fajar pun mulai menampakkan wajahnya. Saya langsung bergegas untuk olahraga ringan dengan bersepeda disekitar kampungku sambil terus berfikir tentang strategi sebentar mengingat CH sangat benci kepada saya.
Pukul 11.45 saya akhirnya tiba di kampus dan langsung menuju ke secretariat UKM. Sesampai di UKM saya masih melihat Angga terbaring nyenyak dengan kesendiriannya nginap di secret. Sambil menunggu datangnya sore saya pun mencuci pakaian kotor yang say bawa daari rumah tadi pagi. Setelah kelar mencuci saya bergegas ke fakultas saya untuk ngecek nilaiku yng masih bermasalh. Hahahaah.
Akhirnya sore [pun tiba kira2 pukul 17.45 saya mendapatkan sms Angga. “bro saya sudah jalan menuju terminal”!!!.
Saya dengan sigap membalasnya, “ok bro saya meluncur”.
Lucunya sampai di terminal daya saya malah nyasar dan beberapa kali bolak balik untuk nyari dimana keberadaan angga dan CH. Namun, setelah melalui pencarian yang cukup lama saya akhirnya menemukan Angga yang menyambutku dengan sebuah senyuman.
Tanpa fikir lama saya lansung bertanya kepada Angga.”Dimana CH”?
Lalu Angga menunjuk seorang penumpang berkerudung kuning dan memakai switer Coklat keabu-abuan. “itu dia yang oake switer itu” tuturnya dengan nada pelan.
Saya pun langsung mendekati CH. Awalnya saya gemetar dan canggung untuk berbicara langsung dengannya setelah kesalahan besar yang saya lakukan dimasa lalu. Tapi karena rasa bahagia bercampur takut itulah akhirnya saya memberanikan diri untuk menyapanya.
“eh.. mau mi pulang ke Kampung?, ko nda diantar ma anak2 kost”? ucapku dengan nada yang sangat lemah.
“pulang duluanmi mereka” balasnya dengan singkat.
Sekdar mengalihkan pembicaraan saya pun bertanya lagi
“yang mana mobil ta”? ujarku.
“itu”!!! lagi2 dengan jawaban singkat.
Akhirnya saya pun berhenti mengajaknya ngobrol. Sambil mengutak atik Hpku seolah-olah sangat sibuk, padahal saya Cuma grogi ketemu ma dia lagi setelah sekian lama tak ketemu.
Akhirnya mobil yang akan ditumpanginya segera berangkat, Ia pun bergegas naik ke busnya sambil berkata.”Saya pergi dulu yach”!!! sambil melepaskan sebuah senyuman yang sudah sangat lama saya tak melihatnya. Dan bahkan ia masih sempat tersenyum tersipuh dan melampaikan tangan kepada Angga ketika ia berada di atas Bus.
Dengan petrasaan yang luar biasa bahagianya saya pun kembali ke kampus untuk istirahat. Pokoknya inilah kebahagiaan yang sempurna dalam hidupku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar