Cerita malam ini kembali berlanjut kawan-kawins. Kali ini bermula dari sebuah percakapan grup media sosial WA, saya kemudian berniat untuk mencatatkan kisah ini dalam sebuah cerita dimana kelak engkau dan lainnya akan melihat apa yang sedang terjadi dengan hujan malam ini.
Ya... hujan malam rabu (28/11/17) menjadi saksi sebuah percakapan yang sejatinya merupakan hal yang biasa kami lakukan pada waktu santai di kantor. Namun, entah kenapa malam ini hujan begitu terasa berbeda pada malam-malam sebelumnya, mungkin karena saya tadi kehujanan pulang dari kantor yach!!!!....
Sebuah naratif kecil kembali menghiasi kertas polos yang ada dibalik semua meja kecil yang tersusun rapi dalam rumah. Pesona malam dan suara sunyi menjadi teman yang akrab dan terus saja begitu sampai kemudian rintik hujan memecah kesunyian dalam gelap malam ini.
Suasana hati yanhg bahagia ketika melihat tetasan hujan turun terusik dengan suara nyaring kampung tengah... tapi semua itu hilang seiring dengan percakapan manis dan senda tawa mengiringi emotion dalam setiap akhir kata dari percakapan ini.
Jika saja hujan lebih romantis lagi dalam memanggil setiap asa dalam jiwa, lebih romantis dalam membangunkan setiap rasa yang ada dalam batin dan juga lebih romantis membasahi setiap kemarau dalam hati ini.. mungkin saya akan lebih mencintai hujan.
Yach... setiap tetesan hujan malan ini yang membasahi wajahku selalu berharap ada dirimu yang selalu nampak jelas namun tidak pasti.
Malam ini saya pun terus berharap hujan jangan membawa air mata kesedihan tapi hujan malam ini membawa secerca cinta untuk hari esok yang lebih indah...
Berharap esok matahari akan datang lebih awal memanggil jiwa-jiwa yang larut dalam pelukan sepi dan hujan dan membawa keceriaan bagi mereka yang akan mencari kasih dan keridhoan Ilahi... selamat menikmati hujan tapi jangan main hujan-hujan karena sekarang mahal kalau kita sakit.. apalagi kalo jombloooo...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar