Jumat, 10 Agustus 2018

Isyarat Rinduku..



Entah kenapa hari ini tiba-tiba saja saya tersentak dari pandanganku yang senantiasa tertuju pada laptop. Membuka beberapa album lawas, menemukan beberapa kenangan tentang kita yang dulu. Air mata ku jatuh sendiri seperti tetesan embun di pagi hari yang jatuh menetes diantara dedaunan.

Bukan tidak move on ataupun tidak bangkit dari keterpurukan. Tapi, ini adalah soal rasa yang ada dalam diri yang selalu ada dan tidak akan pernah hilang dan akan abadi dalam setiap hembusan nafasku.

Yah.. ayah rindu, ayah kangen, ayah sangat rindu kebersamaan kita dulu. Melewati hari-hari yang penuh bahagia bertiga. Ayah rindu dengan canda tawa mu, ayah juga rindu suara manja anak kita. Namun, ayah sekarang sadar bahwa apa yang saya harapkan itu semua mungkin tinggal angan-angan.



Kini kita hidup dengan jalan masing-masing. Jalan dimana kita bisa menggapai bahagia dengan jalan hidup dan garis tuhan untuk kita. Kini setiap momen yang pernah dilalui bersama hanya sebatas cerita lalu namun, tidak untuk kita singkirkan dari hidup kita.

Setiap perputaran roda hidup, ada makna dan sebuah goresan yang  indah pernah kita lalui kala itu. Ya.. kala itu, saat dimana dua hati masih menjalin kepercayaan dan saling berbagi satu sama lain.

Tak ada yang pernah saya sesalkan dalam kondisi saat ini. Kita hanya bisa menikmati dan melewati setiap putaran jarum jam kehidupan dengan tetap saling mengingat dan tidak untuk saling melupakan.

Yah... itu sebuah harapan.. harapan yang terus hadir dalam setiap barisan doa dalam sujudku. Walau kita tahu sutradara utama dalam hidup ini adalah tuhan. Tetapi, harapan itu tetap harus ada dan tetap hidup.

Harapan itu bukan tentang kita yang bisa kembali tapi, tentang sebuah harapan yang lebih panjang, jauh, dan mimpi yang besar. Mimpi kita melihat anak kita menjadi orang yang lebih baik dari kedua orang tuanya. Amin.

Tak perlu ada keraguan dalam diri kita. Mari kuatkan hati dan tetaplah menjadi penerang satu sama lain meskipun kini kita berada dalam bilik hidup yang berbeda.

Yakinkan hati dan terus melangkah ke depan dan kita akan berjumpa kembali dan tertawa bersama mengenang waktu yang telah lalu...

Untuk mu yang pernah di hati...

by.... Muhammad Arif
makassar,10-8-2018



Tidak ada komentar:

Posting Komentar