Keheningan malam kemarin kembali lagi
Terus berjalan seperti roda waktu yang tak pernah berhenti
Menguntai seribu kebohongan yang menerangi
Sebuah jeratan kepercayaan yang tak kunjung sampai
Akankah malam ini kutemukan ia dalam mimpi?
Hingga aku pun larut dalam kegelapan yang menerangi
Dan terlentang menatap langit yang menaungi
Ribuan kesan terhadap diri
Ia bagai awan merah dilangit malam
Mengobati ribuan rasa kelam
Yang tersimpan jauh di dalam
Hingga aku pun tak sadar kalau ia telah tenggelam
Bersama embun malam
Langit boleh saja tak lagi biru
Mengubur asa yang menderu
Bagai meriam tak berpeluru
Biarkan cahaya tiga sisi itu tetap ada
Seperti waktu yang tak bisa jujur pada dirinya sendiri
Dan ketika langit sudah tak mampu bercanda
Hingga mimpi mimpi nampak sendiri
Biarkan mata tak lagi melihat
Biarkan hati tak lagi berbisik
Namun, semua itu akan bertemu dalam sebuah ketiadaan
Dalam sebuah keberadaan yang hampa.
By : Arif Bustan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar