Sebuah kisah dalam kehidupan manusia. Mencari awal dari sebuah akhir dari titik merah dan roda kehidupan. Biarkan jalan ini terus berduri, agar kita dapat merasakan sakit di setiap perjalanan. Tak ada gunanya kita berharap mimpi indah menjadi sebuah kenyataan.
Dia atau aku?. Sebuah pertanyaan untukmu tuhan!!!, dari sekian sakit dan rasa suka yang saya alami. Sebuah tembok besar sedang berdiri kokoh di hadapanku. Sebuah tembok perbedaan keyakinan yang engkau berikan, yang engkau cap sebagai pemeratu tapi nyatanya tidak!.
Apakah engkau harus saya salahkan?, ataukah diri ini yang hrus mengerti arti sebenarnya dari sebuah perbedaan hyaitu, tidak bisa dipersatukan. Saya dalam dilema besar tuhan!!!. Sebuah dilemma dimana jiwa yang sepi ini terperangkap dalam kotak yang dikelilingi keraguan dan rasa tidak mampu untuk keluar dari penjara rasa yang engkau ciptakan.
Semoga engkau dapat melihat jeritan batin dan jiwa hampa dari hambamu wahai penguasa jagad!!. Kini engkau telah menjadi pemenang dalam peperangan ini.diriMu telah mengalakan jiwa yang ragu ini.kini biarkan aku hadir dalam dirinya sebagai bayangan putih yang penuh dengan noda dosa yang engkau titipkan.
Biarkan byangan kosong ini terus ada dalam benaknya, hingga ia sadar tak ada bayangan yang lebih abadi selain bayangan dari diriku. Setiap insan akan menjadi penakut melihatMu. Karena engkau sesungguhnya bayangan keabadian itu.
Untukmu tuhan…. Biarkan langit ini tak lagi biru, awan tak lagi putih, dan darah terus membanjiri sudut relung mereka yang hampa.
(coretan teras pondok Kembar)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar