Rabu, 30 Mei 2018

Si Blangkes Di Waktu Subuh



Subuh yang tenang di hari selasa tepatnya dua puluh tujuh Mei 2018. Suasana nampak tenang, tiba-tiba dibalik keheningan terdengar gelak tawa dan perasaan bahagia. Seperti langkah kaki manusia yang sedang berbaris dalam derap upacara  bendera.

Cerita ini menjadi titik balik sebuah penamaan dalam kehidupan baru yang sedang dijalani Blangkes. Ia pun terus berjalan mencari titik temu dari sebuah penamaan itu. Penamaan yang datang dari seorang yang ia anggap dekat saat ini. Dekat dalam kehidupannya yang sedang terpuruk dengan masa lalu yang ia alami. Keterpurukan yang selam ini ia rasakan nampaknya berakhir di ujung subuh yang beku itu.

Setelah shalat subuh si Blangkes berjalan pelan sembari merasakan udara pagi yang sebagian orang seumurnya hanya cerita karena merasa tidak pernah merasakan damainya udara subuh. Suasana yang hanya sebagian manusia dapat merasakanya (mereka masih tertidur pulas) di pembaringan yang sejatinya terus memberinya rasa kenyamanan hampa.
Ketiadaan sosok perempuan yang ia kagumi dan menjadi salah satu alasan si Blangkes lebih rajin menjemput subuh yang tidak pernah lelah datang menyapanya berusaha membangunkannya untuk sejenak mengingat tuhan sang pencipta semesta.

Yah... ketiadaan itu pula yang menbuat si Blangkes lebih melihat kedalam dirinya tentang filosofi hidup yang sangat berat. Ketika ketiadaan itu datang untuk mengingatkan dengan masa lalu yang indah air mata pun tidak bisa tertahankan untuk jatuh mengikuti alunan wajah yang sendu itu. Sejarah masa lalu yang nampak menjadi nostalgia ketika manusia berjumpa dengan kehidupan baru... heheheheh.....

Si Blangkes yang tiba-tiba menjadi sewaras dengan segilintir permasalahn hidup yang menjeratnya membuat orang lain bertanya-tanya tentang apa yang ada dibenaknya sampai ia kemudian menjadi waras.

Diantara orang yang paling kaget ada si Merda, ia nampak begitu syok dengan apa yang terjadi pada si Blangkes subuh ini. Ia bertanya-tanya dalam hati, angin apa yang sedang merasuki jiwa dan jasad si Blangkes sehingga membuatnya menjadi orang yang sangat waras subuh ini. Pertanyaan yang sama juga dilontarkan beberapa manusia yang sangat dekat dengan si Blangkes.

Lanjut kaget yang dialami oleh si Merda. Ia tak henti-hentinya bertanya mungkin pertanyaannya sudah sampai pada penghujung  sehingga ia membuat status di akun media sosial peribadinya yang menyatakan “tiba-tiba subuh ini si Blangkes Waras, nda tahu kalau siang ini”.

Status itu kemudian di komentari hingga beberapa teman dekat baik Blangkes maupun merda hahahahahah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar