Subuh
yang tenang di hari selasa tepatnya dua puluh tujuh Mei 2018. Suasana nampak
tenang, tiba-tiba dibalik keheningan terdengar gelak tawa dan perasaan bahagia.
Seperti langkah kaki manusia yang sedang berbaris dalam derap upacara bendera.
Cerita
ini menjadi titik balik sebuah penamaan dalam kehidupan baru yang sedang
dijalani Blangkes. Ia pun terus berjalan mencari titik temu dari sebuah
penamaan itu. Penamaan yang datang dari seorang yang ia anggap dekat saat ini.
Dekat dalam kehidupannya yang sedang terpuruk dengan masa lalu yang ia alami. Keterpurukan
yang selam ini ia rasakan nampaknya berakhir di ujung subuh yang beku itu.
Setelah
shalat subuh si Blangkes berjalan pelan sembari merasakan udara pagi yang
sebagian orang seumurnya hanya cerita karena merasa tidak pernah merasakan damainya
udara subuh. Suasana yang hanya sebagian manusia dapat merasakanya (mereka
masih tertidur pulas) di pembaringan yang sejatinya terus memberinya rasa
kenyamanan hampa.
Ketiadaan
sosok perempuan yang ia kagumi dan menjadi salah satu alasan si Blangkes lebih
rajin menjemput subuh yang tidak pernah lelah datang menyapanya berusaha
membangunkannya untuk sejenak mengingat tuhan sang pencipta semesta.
Yah...
ketiadaan itu pula yang menbuat si Blangkes lebih melihat kedalam dirinya
tentang filosofi hidup yang sangat berat. Ketika ketiadaan itu datang untuk
mengingatkan dengan masa lalu yang indah air mata pun tidak bisa tertahankan
untuk jatuh mengikuti alunan wajah yang sendu itu. Sejarah masa lalu yang nampak
menjadi nostalgia ketika manusia berjumpa dengan kehidupan baru...
heheheheh.....
Si
Blangkes yang tiba-tiba menjadi sewaras dengan segilintir permasalahn hidup
yang menjeratnya membuat orang lain bertanya-tanya tentang apa yang ada dibenaknya
sampai ia kemudian menjadi waras.
Diantara
orang yang paling kaget ada si Merda, ia nampak begitu syok dengan apa yang
terjadi pada si Blangkes subuh ini. Ia bertanya-tanya dalam hati, angin apa
yang sedang merasuki jiwa dan jasad si Blangkes sehingga membuatnya menjadi
orang yang sangat waras subuh ini. Pertanyaan yang sama juga dilontarkan
beberapa manusia yang sangat dekat dengan si Blangkes.
Lanjut
kaget yang dialami oleh si Merda. Ia tak henti-hentinya bertanya mungkin
pertanyaannya sudah sampai pada penghujung
sehingga ia membuat status di akun media sosial peribadinya yang
menyatakan “tiba-tiba subuh ini si Blangkes Waras, nda tahu kalau siang ini”.
Status
itu kemudian di komentari hingga beberapa teman dekat baik Blangkes maupun
merda hahahahahah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar