Minggu, 05 Agustus 2018

Meng-Metamorfosis Rasa



Tarian waktu dalam lingkaran roda tabir takdir dan misteri hidup menjadi warna tersendiri dalam perjalan manusia. Sebuah kata dan ilustrasi hanyalah sebagian lakon yang harus kita lalui. Setiap jalan dan cerita akan mengisahkan dirinya sendiri melalui sebuah cara dan metode tersendiri.

Bimbang, dilema dan galau hanya sebagian kecil dari perjalanan kita. Lakon sedih, gembira ataupun yang lainnya adalah sebuah skenario saja. Aktor dan aktris pada dasarnya sama, yang membedakan hanya ruang dan waktu dimana lakon itu kita tampilkan. Cerita dan warna menyatu dalam sebuah wadah yang kita sebut kehidupan.

Hari ini, lakon sedih harus kau lakukan. Artinya kita harus bahagia meskipun sebenarnya itu semua adalah kepura-puraan yang nyata. Manusia tersenyum dalam kepalsuan adalah sebuah kehampaan yang nyata dalam hidup ini.

Sementara yang lain asik dengan lakon gembiranya, lakon sedih malah diambil oleh pemeran lainnya. Berharap ada seseorang yang bisa menjadi bahgianya hari ini. Ya.. sedih dan bahagia semuanya adalah kehampaan yang sebenarnya tidaklah nyata. Kebahagiaan yang dianggap sederhana, ternyata adalah sebuah kesedihan berkepanjangan. Sebaliknya kesedihan yang coba kita nampakkan adalah bahagia yang terselubung oleh dendam hati.

Ingkar dari janji yang pernah kita ucapkan, lupa pada komitmen yang telah disepakati hanya sebagian dari wujud kegalaun atas rindu yang tak tersampaikan.

Wah.. hidup adalah misteri, hidup adalah teka-teki. Tugas manusia memecahkan dan mengungkap satu demu satu misteri dan teka-teki itu. Sementara cemburu dan yang sebenarnya ada ditutupi dengan senyum beku. Senyum yang lahir dari kebohongan yang tidak ada ketulusan didalamnya.
Banyak manusia hidup dalam topeng kebohongan. Sementara sebagian lagi hidup lagi dalam metamorfosa rasa. Yah.. begitulah saya menyebutnya, metamorfosa rasa. Saling cemburu satu sama lain, kebohongan melanda setiap diri. Keangkuhan menjadi bagian dari pondasi hidupnya.

Berharap cinta yang datang, ternyata selimut duka dan sedih yang mendekat. Sungguh ironi dan tidak mengasikkan hidup ini. Pertarungan cinta dan kuasa adalah rasa sendiri dalam hidup ini.

Pastikan hidup kita baik-baik saja, tidak usah berbuat aneh-aneh. Kesedihan itu akan berlalu. Setelah badai derita dalam hidup kita, yakinlah bahwa pelangi akan muncul dan memberi warna-warni dalam hidup kita kawan-kawins... (mpts_ra01_a-r)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar