Malam ini tampak berbeda dengan sebelumnya. Iya, malam ini
serasa tenang dan damai. Seperti dunia ini sedang tertidur dalam dekapan sepi.
Sesekali saya memandangi langit yang tampak begitu bersih. Tak ada awan, bahkan
bintang pun hanya beberapa saja.
Dalam hati berbisik pelan. “mengapa engkau (malam) serasa
menyimpan sebuah kebisuan yang ada. Cerita dari bintang dan rembulan yang tak
terdengar seperti biasanya.
Seraya memandangi langit, mata ini pun sesekali mengarahkan
tatapannya di pinggiran atas rumah yang menjadi penadah embun yang mulai turun.
Cahaya langit malam yang begitu khas. Seolah membuatku
enggan untuk beranjak ke peraduan malam ini meskipun dini hari telah menyapa.
Rasa kantuk yang terus menyambangi tidak bisa mengalahkan rasa yang tidak ingin
berpisah dengan malam ini.
Malam ini, engkau begitu indah, tenang, damai, dan pastinya
engkau tampak bahagia. Saya tidak ingin tidur, saya tidak ingin melupakan hari
ini. Hari dimana kesedihan serasa hilang dalam diriku. Tuhan... inikah jawaban
atas duka yang menyelimuti saya beberapa bulan terakhir ini?, gumamku dalam
hati.
Saya tidak ingin tertidur, karena saya takut esok hari akan
menyapa entah bagaimana???. Akan kuhabiskan malam ini sembari membayangkan
semua kedamain hari ini. Ya.. sebuah kedamaian yang serasa hilang dalam diriku.
Duka yang terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama. Duka yang sempat membuat
saya melupakan siapa saya ini...!!!.
Hari ini saya lewati dengan canda tawa. Tak ada rasa galau
yang menyelimuti. Semuanya lepas bagai balon yang terbang lepas di angkasa.
Kebahagiaan yang ada hari ini semoga bisa terjadi lagi esok tuhan!!!. Saya sudah
capek dengan air mata yag terus jatuh dari mataku. Saya sudah capek dengan
segala perdebatan, pertengkaran yang terjadi. Saya ingin merasakan kebebasan
seperti waktu lalu.
Oh malam.. jangan beranjak. Tetaplah temaniku hingga sang
pagi mengusirmu dari pandanganku.
(makassar - abut_21/8/18)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar