Sabtu, 01 September 2018

MALAM JANGAN PERGI



Malam ini tampak berbeda dengan sebelumnya. Iya, malam ini serasa tenang dan damai. Seperti dunia ini sedang tertidur dalam dekapan sepi. Sesekali saya memandangi langit yang tampak begitu bersih. Tak ada awan, bahkan bintang pun hanya beberapa saja.
Dalam hati berbisik pelan. “mengapa engkau (malam) serasa menyimpan sebuah kebisuan yang ada. Cerita dari bintang dan rembulan yang tak terdengar seperti biasanya.
Seraya memandangi langit, mata ini pun sesekali mengarahkan tatapannya di pinggiran atas rumah yang menjadi penadah embun yang mulai turun.
Cahaya langit malam yang begitu khas. Seolah membuatku enggan untuk beranjak ke peraduan malam ini meskipun dini hari telah menyapa. Rasa kantuk yang terus menyambangi tidak bisa mengalahkan rasa yang tidak ingin berpisah dengan malam ini.
Malam ini, engkau begitu indah, tenang, damai, dan pastinya engkau tampak bahagia. Saya tidak ingin tidur, saya tidak ingin melupakan hari ini. Hari dimana kesedihan serasa hilang dalam diriku. Tuhan... inikah jawaban atas duka yang menyelimuti saya beberapa bulan terakhir ini?, gumamku dalam hati.
Saya tidak ingin tertidur, karena saya takut esok hari akan menyapa entah bagaimana???. Akan kuhabiskan malam ini sembari membayangkan semua kedamain hari ini. Ya.. sebuah kedamaian yang serasa hilang dalam diriku. Duka yang terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama. Duka yang sempat membuat saya melupakan siapa saya ini...!!!.
Hari ini saya lewati dengan canda tawa. Tak ada rasa galau yang menyelimuti. Semuanya lepas bagai balon yang terbang lepas di angkasa. Kebahagiaan yang ada hari ini semoga bisa terjadi lagi esok tuhan!!!. Saya sudah capek dengan air mata yag terus jatuh dari mataku. Saya sudah capek dengan segala perdebatan, pertengkaran yang terjadi. Saya ingin merasakan kebebasan seperti waktu lalu.
Oh malam.. jangan beranjak. Tetaplah temaniku hingga sang pagi mengusirmu dari pandanganku.
(makassar - abut_21/8/18)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar